Satanic Bible Bahasa Indonesia [cracked] Instant

Penolakan terhadap agama-agama tradisional dan nilai-nilai moral yang dianggap kuno Pengakuan terhadap gaya hidup hedonis dan kemerdekaan individu Penguatan pada kepentingan diriegosentrismepribadi dan realisasi ambisi pribadi Sinisme terhadap agama-agama yang dianggap memanjakan dan menguasai manusia

Tanggapan Masyarakat

Isi kitab suci iblis

Terjemahan Iblis: Membahas Satanic Bible dalam Bahasa Indonesia Satanic Bible, atau yang pun diketahui yakni “The Satanic Bible” di dalam bahasa Inggris, adalah sebuah buku yang ditulis oleh Anton LaVey sekitar tahun 1969. Buku ini dipandang bagai kitab suci oleh Gereja Setan, sebuah organisasi yang didirikan oleh LaVey sendiri. Akhir-akhir ini, buku tadi diterjemahkan ke ke Bahasa Indonesia, maka memudahkan masyarakat Indonesia supaya memahami semakin dalam perihal ajaran-ajaran Satanisme. Apakah itu Satanic Bible? Satanic Bible ialah sebuah buku yang mengandung ajaran-ajaran perihal Satanisme, sebuah kepercayaan yang menampik agama-agama tradisional dan nilai-nilai moral yang dianggap kuno. Buku ini tersusun dari empat bagian utama, yaitu “The Book of Satan”, “The Book of Lucifer”, “The Book of Belial”, dan “The Book of Leviathan”. Masing-masing bagian mengupas perihal aspek-aspek yang bermacam dari ajaran Satanisme, diantaranya kebebasan individu, penolakan kepada otoritas, dan penerimaan kepada hedonisme. Alih Bahasa ke pada Bahasa Indonesia Satanic Bible Bahasa Indonesia

Kesimpulan

Reaksi masyarakat atas terjemahan Satanic Bible dengan Bahasa Indonesia sangat macam-macam. Sejumlah pihak berpendapat kalau karya ini merupakan satu bahaya terhadap norma-norma moral konvensional dan keyakinan-keyakinan yang telah ada selama ini. Akan tetapi, yang lainnya berpikir bahwa buku ini adalah satu karya yang penting dan dapat membimbing masyarakat untuk mengkaji lebih lanjut perihal ajaran-ajaran Satanisme. Apakah itu Satanic Bible

kitab suci iblis berisi ajaran-ajaran yang cukup kontroversial dan berseberangan dengan nilai-nilai moral tradisional. Beberapa dari ajaran-ajaran ini meliputi: diantaranya kebebasan individu